Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

21 Oktober 2013

KFW i9000 - KRL Dingin Buatan INKA

Kamu pernah naik KRL ini?


Kalo yang naik di jalur serpong mungkin sering naik krl dan yang suka naik feeder manggarai- duri -kota sering juga krl ini beroperasi di rute tersebut,tapi udah beberapa minggu ini krl ini juga mulai bertugas di lintas selatan ( bogor ) masih dalam tahap uji coba sih kayanya karna hanya beberapa jadwal saja yg di jatah untuk krl ini.


Nama KRL ini adalah  " KFW i9000 " Sebenarnya krl ini bukan asli 100% buatan indonesia, krl ini hasil kerja sama antara PT.INKA sebagai industri perakitan kereta api indonesia dengan Bombardier AG, Dimana motor traksi dan sistem kendali krl ini di pasok oleh Bombardier AG, sedangkan body,kelistrikan dan interior di kerjakan oleh PT.INKA. Hendy Indratno Adji sebagai Direktur komersil INKA mengatakan krl buatan inka secara konten menggunakan 70% sampai 75% komponen yang di buat di dalam negeri hasil karya putra-putri indonesia. Selain itu krl yang di produksi di dalam negeri bisa juga memberdayakan sumber daya lokal dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan.

Pada nama krl ini terdapat kata KFW yang merupakan kepanjangan dari "  Kreditanstalt Für Wiederaufbau " yaitu nama sebuah bank milik pemerintah jerman, Bank inilah yang memberikan suntikan dana sekitar €32 juta demi keberhasilan pembuatan krl ini.


Keunggulan dari KRL yang di banderol seharga Rp.48 M per transet ( 1 transet terdiri dari 4 gerbong ) adalah tahan terhadap tegangan listrik yang naik turun,hal itu biasa terjadi saat jarak kereta di jam sibuk terlalu dekat pada pagi dan sore hari, daya tahan itu tidak di temui di krl ex jepang karna pada saat listrik naik turun di jam-jam sibuk itu lah yang menyebabkan AC dalam kereta sering tak berfungsi dengan baik.

Seperti yang udah sering di sebutkan oleh banyak media krl ini di rakit sebanyak 10 set atau 40 gerbong krl,untuk setiap rangkaian krl ini terdiri dari 8 kabin penumpang dan 4 kabin masinis.Dua kabin masinis terletak di ujung-ujung rangkaian,sedangkan 2 kabin masinis lainnya ada di kabin penumpang bagian tengah yaitu nomor 4 dan 5 . Disain ini berbeda dengan krl jepang yang hanya mempunyai 2 kabin masinis di ujung-ujungnya.

Design Eksteriornya tidak beda jauh dengan KRL Produksi PT. INKA sebelumnya, KRL-I Prajayana. Cuma bagian muka KRL saja yang terlihat berbeda. Perbedaan yang mencolok adalah banyaknya lampu pada KRL KfW ini. Jika dihitung ada 12 buah lampu baik lampu semboyan atau Headlight yang menempel di muka KRL ini.


 Namun perbedaan mencolok dapat dilihat di Interior rangkaian. Berbagai macam Inovasi telah dilakukan INKA dalam menggarap Interior KRL ini. Bangku yang pada KRL-I menggunakan bahan fiber telah diubah menjadi berbahan sofa demi kenyamanan penumpang. Penumpang yang berdiri pun dimudahkan dengan adanya Hand Grip berlogokan INKA. Untuk mengetahui info lokasi, diatas pintu telah disisipkan Layar Monitor yang dilengkapi GPS sehingga penumpang dapat mengetahui informasi mengenai lokasi kereta berada. Sebagai bentuk pengamanan, KRL ini dilengkapi suara penanda apabila pintu akan dibuka atau ditutup. Ada pula tombol darurat di dekat pintu penumpang, yang kaca pengamannya bisa dipecahkan saat kondisi darurat. Ada pula tabung pemadam kebakaran di setiap kabin penumpang.


kabin masinis
interior penumpang
kursinya empuk loh :)
hand grip buat pegangan
katanya sih ini buat GPS 

 Tak disangka-sangka, Satu rangkaian KRL ini tengah diinvestigasi menyusul gangguan yang terjadi di lintas Serpong, Rabu (27/2/2013) pagi. KRL yang berangkat dari Stasiun Serpong tujuan Tanah Abang ini akhirnya menghentikan perjalanan di Stasiun Rawa Buntu pukul 06.46.
Direktur Komersial PT INKA, Hendy Hendratno Adji mengatakan kecepatan kereta tiba-tiba merosot."Kereta tidak mogok total. Hanya, kecepatannya hanya 30 km per jam. Daripada mengganggu perjalanan KRL lain di belakangnya, kereta ini kami tarik," kata Adji.
Selain mengalami penurunan kecepatan, beberapa pintu KRL ini juga tidak bisa dibuka. Saat ini, kereta dalam proses pemeriksaan di Stasiun Tanjung Priok. Kereta ini juga masih dalam tahap pengujian dan belum diserahterimakan ke PT KAI. Selain rangkaian yang mengalami gangguan, satu rangkaian KRL buatan PT INKA lainnya masih bisa beroperasi di lintas Serpong. Mewakili PT INKA, Adji meminta maaf kepada konsumen KRL yang terimbas gangguan ini.
Secara terpisah, Kepala Humas PT KAI Daop 1 Purbawa mengatakan mengatakan pihaknya menyediakan rangkaian pengganti KRL buatan PT INKA yang mengalami gangguan itu. Sedianya, KRL ini akan memperkuat sarana kereta listrik yang beroperasi di Jabodetabek.






3 komentar: